
Inovasi pembayaran non-tunai untuk transportasi publik yang lebih modern, efisien, dan tanpa uang tunai — menghadirkan ekosistem digital terintegrasi bagi penumpang DAMRI JRC di Jabodetabek.
Kolaborasi strategis antara Bisku dan DAMRI JRC (Jabodetabek Residence Connexion) yang dirancang untuk mendorong adopsi pembayaran non-tunai menjadikan setiap perjalanan lebih cepat, lebih aman, dan lebih modern bagi penumpang di seluruh jaringan rute JRC.
Bisku, sebagai Digital Mobility Enabler, mengajukan kemitraan "Business Upgrade & Efficiency" untuk menghadirkan solusi non-tunai yang sepenuhnya terintegrasi bagi rute DAMRI JRC, menghilangkan kebocoran pendapatan tiket dan meningkatkan kualitas layanan serta inovasi teknologi terhadap klien.
Kolaborasi ini menerapkan sistem Full Cashless yang mendukung 4 kartu Uang Elektronik (KUE) utama :
Flazz, BRIZZI, e-Money, dan TapCash, serta pembayaran QRIS dan QRIS Tap, mencakup hampir seluruh metode pembayaran digital yang digunakan oleh komuter Indonesia saat ini.
Tap-on-Bus (ToB) adalah sistem pembayaran nirsentuh yang memungkinkan penumpang menyelesaikan transaksi hanya dengan menempelkan kartu atau perangkat pembayaran mereka pada pembaca yang terpasang di dalam bus, tanpa uang tunai, tanpa antrean, tanpa hambatan dan #PastiNyaman.
Mempercepat proses naik dan turun penumpang, sehingga mengurangi waktu berhenti di setiap halte.
Mengurangi penanganan uang tunai secara fisik, mendukung kebersihan dan keselamatan penumpang.
Seluruh data transaksi disinkronkan secara langsung ke backend Bisku melalui integrasi API penuh.
Mendukung 4 kartu KUE, QRIS, dan QRIS Tap.
Fleksibilitas maksimal bagi setiap penumpang.
Bisku menerapkan 30 unit Telpo T10, validator cerdas enterprise yang tangguh dan didukung oleh platform teknologi Bisku, terintegrasi sepenuhnya melalui API untuk sinkronisasi transaksi secara real-time dan akurat antara perangkat lapangan dan sistem backend Bisku.


Telpo T10 — tampilan depan dengan layar aktif (kiri) dan pemasangan pada tiang di dalam bus (kanan)


30 unit Telpo T10 diterapkan di dua zona operasional DAMRI, yang dipilih berdasarkan volume penumpang harian yang tinggi untuk memberikan dampak maksimal:
15 unit
15 unit
Kedua zona tersebut merupakan koridor dengan lalu lintas tinggi, di mana adopsi pembayaran nontunai diharapkan dapat memberikan peningkatan signifikan terhadap efisiensi operasional armada.
Pemeriksaan fisik dan fungsional menyeluruh pada setiap perangkat sebelum instalasi, memastikan tidak ada cacat produksi atau gangguan teknis.
Pengujian integrasi sistem dan API secara penuh untuk memverifikasi komunikasi perangkat-ke-backend, akurasi transaksi, dan keandalan jaringan.
Pengujian akhir bersama simulasi tim operasional untuk memastikan perangkat benar-benar siap dan nyaman digunakan oleh penumpang setiap hari.
Ekosistem Bisku Tap-on-Bus menghadirkan pengalaman pembayaran dan pemantauan menyeluruh yang lancar, dari tap penumpang hingga dashboard operator, setiap langkah terhubung secara real time.
Lima fitur pendukung ekosistem : GPS Location, Mobile App, Monitoring Dashboard, Voucher, dan Paylater. Semua dalam satu sistem terintegrasi untuk menciptakan pengalaman mobilitas digital yang lengkap bagi penumpang maupun operator.

Di luar perangkat Tap-on-Bus, ekosistem Bisku mencakup serangkaian fitur pendukung yang memperkuat pengalaman digital bagi penumpang dan operator bus.
Pelacakan lokasi armada secara real-time untuk mendukung pemantauan operasional dan transparansi perjalanan bagi operator maupun penumpang.
Memungkinkan penumpang mengakses informasi perjalanan, memeriksa saldo kartu, dan melihat riwayat transaksi lengkap langsung dari ponsel mereka.
Memberikan operator bus (PO) visibilitas penuh secara real-time atas seluruh transaksi dan kinerja armada, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan operasional berbasis data.
Fitur promosi dan loyalitas yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan retensi penumpang dan mendorong penggunaan berulang.
Opsi pembayaran tertunda yang memberikan fleksibilitas tambahan bagi penumpang, sekaligus menurunkan hambatan untuk adopsi pembayaran nontunai.
Kolaborasi ini dirancang dengan model Layanan Terkelola Penuh melalui pendekatan OPEX (Operating Expenditure) murni, sehingga mendukung implementasi yang fleksibel, efisien, dan selaras dengan kebutuhan operasional kedua pihak.
OPEX — Belanja Operasional Murni
Sewa-guna
(bukan kepemilikan)
Tanpa investasi perangkat di awal — skema sewa-guna penuh
Kompetitif dan transparan, disesuaikan dengan skala operasional
Lisensi perangkat lunak, pemeliharaan, dukungan teknis, dan pembaruan sistem berkala
Tidak ada belanja modal di awal,
penerapan penuh dengan biaya awal Rp 0.
Pembayaran OPEX bulanan yang ringan memberikan fleksibilitas dalam perencanaan keuangan.
Meningkatkan akurasi pencatatan transaksi melalui sistem digital yang terintegrasi.
Pemantauan armada GPS secara real-time dan data transaksi untuk operasional yang lebih cerdas.
Fitur Voucher dan Paylater mendorong retensi serta perjalanan ulang.
Proses naik kendaraan yang lebih cepat, lebih aman, dan sepenuhnya non-tunai bagi setiap penumpang.
Siap terhubung dengan ekosistem digital DAMRI yang lebih luas secara menyeluruh.
Kolaborasi Bisku x DAMRI JRC merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mempercepat transformasi digital di sektor transportasi publik Indonesia. Dengan 30 unit Telpo T10 yang telah diterapkan di Depok dan Jatiwarna, inisiatif ini menetapkan standar baru bagi operasional transportasi massal yang non-tunai, efisien, dan siap menghadapi masa depan.
Inisiatif ini merupakan langkah nyata menuju ekosistem transportasi publik yang nontunai, efisien, dan siap digital sekaligus menginspirasi lebih banyak operator di seluruh Indonesia untuk mengadopsi teknologi pembayaran terintegrasi.
Bisku adalah Digital Mobility Enabler, mitra teknologi Anda dalam membangun sistem digital, aplikasi, dan ekosistem distribusi dengan spesialisasi utama di industri transportasi bus Indonesia.
Artikel ini disusun & dibuat oleh Tim Marketing Bisku.
Rizki Surya Nuralam, S.sn
Bisku x DAMRI JRC: Inovasi Pembayaran Tap-on-Bus